Selasa, 23 Mei 2017

Penerimaan Peserta Didik Baru SMP Negeri 5 Satu Atap Satui Tahun Pelajaran 2017/2018


PANITIA PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
SMP NEGERI 5 SATU ATAP SATUI
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

PERSYARARATAN PENDAFTARAN

1.Datang ke SMP Negeri 5 Satu Atap Satui dengan didampingi orangtua/wali

2.Mengisi map formulir peserta didik baru yang terdiri atas biodata dan surat pernyataan / perjanjian orang tua/wali peserta didik dan peserta didik baru

3. Bersedia untuk diukur tinggi dan massa badan

4. Menyerahkan fotocopy Ijazah SD dan SHUN / SHU sementara dilegalisir   oleh Kepala Sekolah masing-masing sebanyak 2 (dua) rangkap (apabila belum terbit cukup melampirkan Surat Tanda Lulus dari sekolah dulu)

5.Menyerahkan pas photo hitam putih ukuran (3 x 4) sebanyak 4 (empat) lembar.

6.Menyerahkan fotocopy Akta Lahir sebanyak 2 (dua) rangkap

7.Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) yang terbaru (No. NIK tercantum) sebanyak 2 (dua) rangkap.

8.Menyerahkan fotocopy KTP orang tua/wali masing-masing sebanyak 1 (satu) rangkap

9.Menyerahkan fotocopy KPS (Kartu Penjamin Sosial)/KIP (Kartu Indonesia Pintar) sebanyak 2 (dua) rangkap (jika ada)

10.Menyerahkan materai Rp 6.000,- sebanyak 2 (dua) lembar


WAKTU PENDAFTARAN

Tanggal   : 11 s/d 13 Juli 2017
Waktu     : Pukul 09.00 – 12.00 WITA
Tempat   : Perpustakaan SMP Negeri 5 Satu Atap Satui

“Sepuluh orang pendaftar pertama akan mendapatkan 1 pack buku tulis gratis!”
Informasi penerimaan siswa baru juga bisa dilihat di Perpustakaan SMP Negeri 5 Satu Atap Satui

"SMP NEGERI 5 SATU ATAP SATUI SIAP BERSAING!"
Contact Person :  
0813 4949 3132 (Ib Irma)
0812 5720 0154 (Bp Baroto)

Jumat, 19 Mei 2017

Perpisahan Kelas IX SMP Negeri 5 Satu Atap Satui Tahun Pelajaran 2016/2017

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua

Setelah cukup lama vakum (sebenarnya cuma 2 bulan lebih, 😋) karena padatnya agenda kesibukan saya sebagai pendidik di sekolah ini akhirnya saya juga sebagai penulis kembali bisa menyapa para pengunjung di blog sekolah kami yang tercinta ini sekaligus menyisipkan beberapa agenda yang sayang jika tidak dipublikasikan di sini.

Baik langsung saja, kemarin Selasa, 16 Mei 2017 telah dilaksanakan acara perpisahan kelas IX di SMP Negeri 5 Satu Atap Satui tahun pelajaran 2016/2017 yang bertempat di ruang Laboratorium IPA dan dihadiri oleh para tamu undangan seperti Kepala Desa Sejahtera Mulya, perwakilan Komite SMP Negeri 5 Satu Atap Satui, dan para orang tua/wali siswa kelas IX. Acara perpisahan yang mengambil tema “ GENERASI MUDA YANG INSPIRATIF, KREATIF DAN BERAKHLAK MULIA DALAM MEMBANGUN BANGSA” kali ini pun berlangsung tertib dan khidmat yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan diantaranya dari , Ibu Bernah, S.Pd sebagai kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Satui, dilanjutkan oleh Bapak Syafrani selaku kepala Desa Sejahtera Mulya, Ibu NorLaela sebagai perwakilan Komite SMP Negeri 5 Satu Atap Satui dan terakhir oleh Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia  dan juga selaku Wali Kelas IX.

Acara Perpisahan kelas IX yang dihadiri oleh tamu undangan

Sambutan dari Ibu Bernah, S.Pd sebagai kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Satui

  
Sambutan dari Bapak Syafrani selaku kepala Desa Sejahtera Mulya

Sambutan dari Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia  dan juga selaku Wali Kelas IX
Adapun hal yang menarik oleh penulis dalam sambutan di atas yaitu dari Bapak Syafrani, Kepala Desa Sejahtera Mulya. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa setiap pendidik di sekolah khususnya guru tidak salah kalau tegas dalam mendidik siswanya. Tetapi tegas bukan berarti harus mengutamakan kekerasan apalagi yang sifatnya fisik dan menjadi kasus. Marah pun bisa diartikan tegas jika bisa membuat siswanya menjadi hormat terhadap gurunya. Ketegasan dalam mendidik juga diperlukan dalam membangun dan meningkatkan karakter siswa yang harus sejalan dengan tata krama dalam masyarakat di negara kita ini.
Adapun acara inti pada perpisahan tersebut meliputi :
- Sambutan perwakilan siswa kelas IX yang akan meninggalkan
- Sambutan perwakilan adik kelas / siswa yang ditinggalkan
- Paduan suara dari kelas IX dengan lagu Hymne Guru dan Terima Kasihku
- Pentas seni dan silat dari siswa kelas VII dan VIII
- Jabat tangan dan saling meminta maaf dan kerelaan dari siswa kelas IX dengan semua pendidik yang ada di SMP Negeri 5 Satu Atap Satui. Di acara  yang terakhir ini beberapa siswa kelas IX  dan guru ada yang tidak bisa  menahan kesedihan karena terbawa suasana. Tetapi penulis masih bisa  menahan kok 😋.

Berbagai acara inti pada acara




Para guru dan undangan berfoto bersama

Pesan penulis kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi akan meninggalkan SMP kita ini sebenarnya sedikit sama sih dengan inti sambutan dari Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia  dan juga selaku Wali Kelas IX bahwa jangan sampai di sini saja pendidikan yang harus ditempuh. Lanjutkan lah lagi menimba ilmu ke jenjang sekolah tingkat atas karena ilmu juga akan menjadi bekal penting untuk menuju karir pekerjaan yang lebih baik ke depannya.  Dan jangan lupa kita ini tidak ada yang namanya “mantan siswa apalagi mantan guru”. Jadi kalau bertemu dan orang lain bertanya siapa sebut saja “beliau ini adalah guruku saat aku di SMP dan sampai sekarang beliau tetap guruku”. Bagi kami sebagai guru juga sama.
Kemudian pesan yang tak kalah penting juga oleh penulis bagi siswa yang lulus nanti jikalau bertemu dengan gurunya tegurlah beliau meskipun cuma sebatas senyum ataupun membunyikan klakson sepeda motor saat berpapasan. Maka sang guru pun akan bahagia sekali cukup dengan itu saja. Apalagi kalau guru itu diajak ngobrol. Jangan sampai baru beberapa bulan lulus saat berpapasan di jalan pun tidak pernah menoleh ke gurunya. Akhir-akhir ini sering ada beberapa murid yang sudah lulus seperti itu. Miris sekali melihatnya apalagi memikirkannya. Karena harapan seorang guru itu adalah bisa diingat dan dikenang oleh siswanya apalagi kalau siswanya itu sudah menjadi orang penting







Delima

SMP Negeri 5 Satu ada di ring 1 perusahaan besar tambang emas hitam yang melimpah, tetapi bantuan yang diterima tidak semelimpah emas hitam tersebut, karena ternyata setelah 6 tahun berdiri hanya memiliki 1 gedung kelas , 1 gedung perpustakaan dan 1 gedung Lab IPA yang semuanya bangunan pemerintah, sementara perusahaan yang ada disekitarnya baru bisa membantu listrik dari PT Wahan, transportasi bus dari PT Arutmin dan pembersihan lingkungan (dari PT Wahana). Padahal SMPN 5 Satui masih memerlukan bangunan seperti (kantor, pagar, gapura, mushola). Untuk sarana komputer untuk belajar siswa juga belum memiliki apalagi ruang komputernya.