Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua
Setelah cukup lama vakum (sebenarnya cuma 2 bulan lebih, 😋) karena
padatnya agenda kesibukan saya sebagai pendidik di sekolah ini akhirnya saya
juga sebagai penulis kembali bisa menyapa para pengunjung di blog sekolah kami
yang tercinta ini sekaligus menyisipkan beberapa agenda yang sayang jika tidak
dipublikasikan di sini.
Baik langsung saja, kemarin Selasa, 16 Mei 2017 telah
dilaksanakan acara perpisahan kelas IX di SMP Negeri 5 Satu Atap Satui tahun
pelajaran 2016/2017 yang bertempat di ruang Laboratorium IPA dan dihadiri oleh para tamu undangan seperti Kepala Desa Sejahtera Mulya, perwakilan Komite SMP Negeri 5 Satu Atap Satui, dan para orang tua/wali siswa kelas IX. Acara perpisahan yang mengambil tema “ GENERASI MUDA YANG INSPIRATIF, KREATIF DAN BERAKHLAK MULIA DALAM MEMBANGUN BANGSA” kali ini pun berlangsung tertib dan khidmat yang dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan sambutan diantaranya dari , Ibu Bernah, S.Pd sebagai kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Satui, dilanjutkan oleh Bapak Syafrani selaku kepala Desa Sejahtera Mulya, Ibu NorLaela sebagai perwakilan Komite SMP Negeri 5 Satu Atap Satui dan terakhir oleh Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia dan juga selaku Wali Kelas IX.
Acara Perpisahan kelas IX yang dihadiri oleh tamu undangan
Sambutan dari Ibu Bernah, S.Pd sebagai kepala SMP Negeri 5 Satu Atap Satui
Sambutan dari Bapak Syafrani selaku kepala Desa Sejahtera Mulya
Sambutan dari Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia dan juga selaku Wali Kelas IX
Adapun hal yang menarik oleh penulis dalam sambutan di atas yaitu dari
Bapak Syafrani, Kepala Desa Sejahtera Mulya. Dalam sambutannya beliau mengatakan
bahwa setiap pendidik di sekolah khususnya guru tidak salah kalau tegas dalam
mendidik siswanya. Tetapi tegas bukan berarti harus mengutamakan kekerasan
apalagi yang sifatnya fisik dan menjadi kasus. Marah pun bisa diartikan tegas
jika bisa membuat siswanya menjadi hormat terhadap gurunya. Ketegasan dalam
mendidik juga diperlukan dalam membangun dan meningkatkan karakter siswa yang
harus sejalan dengan tata krama dalam masyarakat di negara kita ini.
Adapun acara inti pada perpisahan tersebut meliputi :
- Sambutan perwakilan siswa kelas IX yang akan meninggalkan
- Sambutan perwakilan adik kelas / siswa yang ditinggalkan
- Paduan suara dari kelas IX dengan lagu Hymne Guru dan Terima Kasihku
- Pentas seni dan silat dari siswa kelas VII dan VIII
- Jabat tangan dan saling meminta maaf dan kerelaan
dari siswa kelas IX dengan semua pendidik yang ada di SMP Negeri 5 Satu Atap
Satui. Di acara yang terakhir ini beberapa siswa kelas IX dan guru ada yang tidak bisa menahan kesedihan
karena terbawa suasana. Tetapi penulis masih bisa menahan kok 😋.
Berbagai acara inti pada acara


 
|
Para guru dan undangan berfoto bersama
Pesan penulis kepada siswa kelas IX yang sebentar lagi akan
meninggalkan SMP kita ini sebenarnya sedikit sama sih dengan inti sambutan dari
Bapak Erwansyah, S.Pd sebagai panitia
dan juga selaku Wali Kelas IX bahwa jangan sampai di sini saja
pendidikan yang harus ditempuh. Lanjutkan lah lagi menimba ilmu ke jenjang
sekolah tingkat atas karena ilmu juga akan menjadi bekal penting untuk menuju
karir pekerjaan yang lebih baik ke depannya. Dan jangan lupa kita ini tidak ada yang
namanya “mantan siswa apalagi mantan guru”. Jadi kalau bertemu dan orang lain
bertanya siapa sebut saja “beliau ini adalah guruku saat aku di SMP dan sampai
sekarang beliau tetap guruku”. Bagi kami sebagai guru juga sama.
Kemudian pesan yang tak kalah penting juga oleh
penulis bagi siswa yang lulus nanti jikalau bertemu dengan gurunya tegurlah
beliau meskipun cuma sebatas senyum ataupun membunyikan klakson sepeda motor
saat berpapasan. Maka sang guru pun akan bahagia sekali cukup dengan itu saja. Apalagi
kalau guru itu diajak ngobrol. Jangan sampai baru beberapa bulan lulus saat
berpapasan di jalan pun tidak pernah menoleh ke gurunya. Akhir-akhir ini sering
ada beberapa murid yang sudah lulus seperti itu. Miris sekali melihatnya
apalagi memikirkannya. Karena harapan seorang guru itu adalah bisa diingat dan
dikenang oleh siswanya apalagi kalau siswanya itu sudah menjadi orang penting
|